Bagaimana Mencatat dan menyajikan Data menggunakan Excel
From : How to Record and Present Your Data Graphically Using Excel
Dr. Chris Paradise, edited by Steven J. Price
Introduction
Objective
Recording Your Data
Presenting Your Data
Dr. Chris Paradise, edited by Steven J. Price
Introduction
Didalam dunia dimana teknologi dan informasi berkembang
dengan pesatnya para ilmuan diharuskan berkomusikasi dengan efficient dan
effektif. Agar bisa menemukan titik tengah antara ilmuan dan non – ilmuan
sehingga menemukan jalan yang saling berarti bagi keduanya. Untuk itu para
ilmuan haruslah jelas, singkat, dan konsisten dalam mengkomunikasikan
pendapatnya. Untuk berkomunikasi secara sffisien ilmuan harus tahu data apa
yang mendukung pendapat mereka. Seperti Numerikal yang berguna menjawab
pertanyaan dan hipotesis. Data mentah yang telah dikumpulkan dapat disajikan
dan dipresentasikan dalam berbagai cara, bukan hanya berbentuk deret angka di
dalam sebuah table tetapi juga bisa menjadi sebuah table informasi, diagram
atau sebuah grafik.
Objective
Sebagai pembelajaran dan mendapatkan pepektif tentang
bagaimana mengolah data mentah diolah dan disajikan dalam laporan, selain itu
juga untuk mempersiapkan grafik sampel.
Recording Your Data
Mencatat sebuah nomor munkin terlihat sederhana namun hal
ini dapat berguna ketika kita menggunakan alat ukur yang terbatas. Sehingga hal
ini memungkinkan kita untuk memastikan nilai untuk tingkat tertentu.
Misalkan, sebuah penggaris dengan centimeter sebagai satuan
terkecilnya. Ketika kita mengestimasikan angka terakhirnya, yaitu yang lebih
kecil dari centimeter yaitu millimeter. Jadi ada tingkat ke tidak pastian dalam
perkiraan tersebut. Katakanlah sebuah objek diukur kemudian menemukan hasil
1,269 meter. Digit paling kanan di angka tersebut merupakan “angka
ketidakpastian”. Ada 4 digit angka dalam pengukuran ini yang memberikan
keyakinan atas presisi dan pengukuran akurasi, berdasarkan alat pengukuran
kita.
Presisi bisa datang ketikan kita mengukur kuantitas yang
smaa lebih dari satu kali. Seberapa dekatkah pengukuran tersebut dengan ukuran
aslinya? Itu adalah tingkat presisi dari alat ukur kita. Seperti pada
pengukurang dengan penggaris seperti contoh diatas jika dilakukan lebih dari
sekali akan mengakibatkan perbedaan pengukurang sebesar 1 mm, maka dapat
dikatakan penggaris seperti itu memiliki presisi +1mm. Namun jika memiliki
penggaris dengan presisi sepersepuluh millimeter maka akan ada satu digit lagi
dalam hasil pengukurannya. Ini juga bisa dianggap lebih tepat atau lebih
presisi.
Kasus lainya adalah mengukur cahaya dimana Absorbansi atau
Serapan cahaya diukur menggunakan spektrofotometer.Sementara itu anda ingin
memastikan bahwa mesin berada di posisi nol agar mendapat hasil dengan benar.
Jadi, anda memastikan presisinya. Namun setelah pengukuran anda tidak
memperoleh hasil yang anda inginkan karena mesin tidak terpusat (zeroed) dengan
baik. Nah, akurasi adalah istilah
yang digunakan untuk menggambarkan seberapa dekat setiap nilai yang diukur
dengan nilai sebenarnya. Secara umum pengukuran yang lebih presisiatau tepat
juga akan lebih akurat, dengan asumsi kalibrasi alat pengukur telah dilakukan
dengan baik.
Presenting Your Data
Sebuah data numerical umum disajikan karena bisa membantu
menjawab pertanyaan maupun hipotesis. Namun terkadang data numerical saja tidak
cukup untuk menjawab pertanyaan dan hipotesis itu. Berarti data tersebut perlu
disajikan dengan cara yang berbeda. Para ilmuan biasanya menyajikan data dalam
bentuk table atau grafik untuk memabantu pembaca mereka memahami hasil mereka.
Tabel gan gambar harus selalu diberi label dengan table atau gambar “Table 1”
atau “Gambar 1”. Yang selalu merujuk pada table dan gambar yang ada pada teks.
Sebuah table biasanya digunakan untuk menunjukan antara control
dan pngawasan tentang informasi dari hasil prcobaan. Namun metode ini akan
menjadi rumit ketika datanya terlamoau besar. Salah satu cara untuk mengatasi
ini adalah menggunakan grafik, yang sering menampilkan hubungan antara sumbu x
dan sumbu y yang biasanya salah satu atau keduanya berupa kuantitas atau
numerical. Setiap penyajian data diatas memiliki keuntungan dan kelemahan
tersendiri.
Tabel sangat berguna ketika pembaca ingin mengetahui angka
sebenarnya dari data tersebut. Hal tersebut juga berguna untuk menunjukan
jumlah frequensi varianel kategori. Seperti dikatakan tadi kelemahan table
yaitu ketika datanya besar, karena akan memaksa pembaca memvisualisasikan
hubungan antara banyak angka dan variable di dalamnya.
Oleh sebab itu munculah grafik. Ketika pembaca membaca
sebuah grafik mereka dengan cepat menemukan titik di dalamnya. Grafik secara
effektif menggambarkan sebuah tren atau hubungan seperti anincrease seuatu
variable dari waktu ke waktu.
Grafik secara umum berisi independent dan dependent
variable. Independent variable biasanya berada pada sumbu x dan dapat diukur
berdasarkan kuantitas, seperti waktu, atau category . Sedangkan dependent variable berada pada sisi yang
lainya, variable ini dipengaruhi oleh dependent variable. Variabel dependent
juga dikatakan variable bebas karena dia berubah ketika variable independent
berubah.
Ada banyak cara berbeda dalam menyajikan data grafik. Grafik
garis dan histogram paling banyak digunakan untuk menampilkan data yang bersiat
frequensi. Grafik garis menunjukan
hubungan antara variable dependent dan independent ketika independent variable
diukur secara terus menerus, misalkan waktu. Seperti gambar Figur 1
Histogram atau grafik batang adalah cara terbaik untuk
menampilkan distribusi frequensi dari variable kategori. Frequensi adalah
dependent variable, sementara macam kategori adalah independent variable.
Sebagai contoh, kita ingin mencari tahu pengaruh ukuran kumpulan burung robin terhaap tingkat
pemberian makan. Kami berhipotesa bahwa kawanan burung yang lebih besar akan
lebih sukses dalam hal memperoleh cacing di setiap individunya. Dengan begitu
kita memperoleh data fiktif untuk membentuk Tabel 2 dan Figure 1. Table ini
diatur dengan baik, yang emrupakan kunci ketika membuat table dan grafik. Label,
judul adalah kunci penting pada table dan grafik. Selalu beri judul pada
setiap grafik dan table sehingga pembaca
mengerti apa yang mereka maksud. Label pada sumbu, baris dan juga kolom dapat memberikan informasi
dengan cepat mengenai variable yang disajikan.
Kembali kepada contohm lngkah pertama yang kita ambil
adalahmenganalisa data untuk menentukan jumlah dari cacing yang diambil oleh
setiap burung robin setiap 30 menit dengan persamaan sebagai berikut :
[(# of worms captured)/(median # of birds in flock)] /
[(total observation time (min.))/(30 minutes)]
![]() |
Hal ini memungkinkan kita bisa langsung membandingkan
berbagai kawanan dari birung robin (Tabel 2)
Data pada table tersebut bisa di jadikan sebuah diagram
yaitu kita buat Scatter diagram (Figure 1) untuk menunjukan korelasinya
Using Excel
Micrsoft Excel memberi sebuah fitu untuk mebuat grafik
dengan mudah. Ada dua dicontohkan disini, datu berkualitas baik dan yang satu
buruk. Kita akan mencari tahu bagaimana membuat grafik dengan baik dan mengapa
yang lain dianggap buruk.
Grafik diatas menampilkan data yang sama namun grafik yang
kiri dikatakan lebih baik dan grafik yang kanan tidak. Grafik yang kiri (2a)
dikatakan baik karena :
1) ukuran font besar, mudah dibaca, dan ukuran yang
konsisten,
2) daerah yang menunjukkan data aktual dimaksimalkan,
3) kontras yang tinggi (poin gelap pada putih latar
belakang),
4) jumlah angka muncul dalam judul / legenda, dan
5) label sumbu berisi satuan pengukuran.
Sedangkan grafik yang sebelah kanan dikatakan kurang baik
karena :
1) font lebih kecil dan ukuran konsisten,
2) titik data yang biru muda dengan latar belakang abu-abu
(tidak kontras),
3) gridlines membuat sulit untuk melihat data,
4) tidak ada angka nomor, dan
5) skala tidak disesuaikan untuk memaksimalkan penggunaan
bidang grafik (ada banyak ruang kosong di sebelah kanan dan atas).
Contoh lain adalah grafik batang, seperti terlihat dii bawah
Kedua grafik tersebut memuat data yang sama. Namun, grafik
sebelah kiri lebih baik daripada grafi sebelah kanan. Karena perhatikan di 3a
bahwa:
1) ukuran font besar, mudah dibaca, dan ukuran yang
konsisten,
2) daerah yang menunjukkan data aktual dimaksimalkan,
3) kontras yang tinggi (gelap bar di putih latar belakang),
4) jumlah angka muncul dalam judul / legenda, dan
5) label sumbu berisi satuan pengukuran.
Pada grafik sebelah kanan:
1) font biasanya lebih kecil dan ukuran konsisten,
2) bar data warna tidak perlu berbeda (menggunakan warna
yang berbeda untuk seri data yang berbeda diplot terhadap variabel independen
yang sama),
3) rata-rata diplot
tanpa kesalahan bar,
4) tidak ada nomor angka,
5) ada legenda/judul yang tidak perlu dan berlebihan,
6) label tumpang tindih timbangan, dan
7) skala sumbu y
tidak disesuaikan untuk memaksimalkan penggunaan bidang grafik (ada banyak
ruang kosong di bagian atas).
.png)





